JUAL KARPET MASJID LOKAL & TURKI POLOS PER METERAN / ROLL HARGA MURAH DI JAKARTA PUSAT

JUAL KARPET MASJID LOKAL & TURKI POLOS PER METERAN / ROLL HARGA MURAH DI JAKARTA PUSAT

08 111 666 878 JUAL KARPET MASJID LOKAL & TURKI POLOS PER METERAN / ROLL HARGA MURAH DI JAKARTA PUSATUsaha jual karpet masjid Turki di Jakarta Pusat memang selalu mengalami perkembangan. Salah satu faktornya adalah karena berbagai keistimewaan yang dimiliki oleh permadani buatan Turki ini. Material bahan untuk membuat karpet mushola polos ada beragam. Adapun bahan tersebut berupa sutra serta wol beserta jenisnya yang beragam. Faktanya, sebenarnya cukup sulit untuk mengetahui kapan tepatnya karpet sholat tebal pertama kali dibuat.

JUAL KARPET MASJID LOKAL & TURKI POLOS PER METERAN ROLL HARGA MURAH DI JAKARTA PUSAT

 Faktor Perkembangan Harga Jual Karpet Masjid Turki di Jakarta Pusat

Salah satu catatan sejarah mengatakan bahwa karpet pertama kali dibuat pada masa 7000 tahun sebelum Masehi. Karpet yang pertama kali dibuat digunakan sebagai bahan penutup lantai dan dibuat dengan 5 cara ditenun. Kemudian, pada teknik lanjutan, kualitas tenunan ditentukan dari rapat atau tidaknya jahitan. Seperti telah disinggung sebelumnya bahwa salah satu bahan untuk membuat karpet adalah wol.

Karpet yang pertama kali dibuat terbuat dari wol. Berdasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli, teknik menenun ini dipengaruhi oleh lingkungan dimana penenun berada. Dengan demikian, Turki sebagai satu negara di Asia yang beriklim gurun sangat cocok untuk menggembala domba. Sehingga, 5 hasil dari bulu domba inilah yang kemudian dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat karpet.

Penduduk asli Turki sendiri mengambil beragam manfaat dari karpet. Sudah menjadi kewajiban bahwa di setiap rumah harus memiliki karpet. Adapun berbagai macam fungsinya diantaranya sebagai penutup lantai, dekorasi dinding, taplak meja, bahkan ketika cuaca ekstrem menyerang digunakan sebagai selimut. Berbagai manfaat karpet inilah yang membuat salah satu perabotan rumah tinggi ini selalu menjadi barang bernilai tinggi sepanjang masa.

Salah satu contoh karpet turki tertua merupakan buatan tangan dan tersimpan di salah satu museum di Rusia. Seorang arkeolog Rusia bernama Sergei Rudenko menemukannya pada tahun 1949. Julukan untuk barang kuno ini adalah “Pazirig Rug” dan dipercaya dibuat pada pada abad ke-3 sebelum Masehi. Sebagian besar ahli percaya bahwa terdapat hubungan antara kebudayaan Turki kuno dengan karpet turki tertua tersebut.

Selain adanya kepercayaan bahwa adanya hubungan antara karpet dengan kebudayaan Turki, sebagian besar ilmuwan juga mempercayai bahwa karpet erat hubungannya dengan penduduk asli. Karpet kuno lainnya adalah Anatolia. Daerah ini merupakan tempat pertama bagi bangsa Turki yang masuk ke dalam kawasan Asia Tengah. Anatolia merupakan salah satu karpet masjid Turki bernuansa etnik. Contoh karpet turki tebal kuno lainnya adalah kedelapanbelas permadani yang ditemukan di Selcuk Turks pada abad ke-13.

Karpet turki tebal kuno yang berjumlah delapan belas tadi memiliki motif yang beragam. Adapun berbagai motif tersebut terdiri dari pola geometri dan bunga dengan perpaduan warna yang menawan. Sedangkan daerah-daerah ditemukannya karpet tersebut adalah Kayseri, Konya, dan Sivas. Oleh karena itu, tidak heran bila hingga kini, karpet selalu menjadi salah satu barang yang memang selalu bernilai jual tinggi.

Selain bernilai jual, karpet turki tebal juga merupakan sebuah karya seni. Sedangkan kebudayaan yang mempengaruhi karya seni ini adalah Selcuks dan kemudian berlanjut ke jaman Ottoman. Sebelum kedua masa ini, terdapat periode transisi pada abad ke-14. Pada masa transisi inilah gambar binatang sempat muncul sebagai pola pada karpet turki tebal. Pada masa inilah pola tersebut juga ikut mempengaruhi beberapa pelukis pada jaman tersebut.

Pola binatang pada karpet memberikan inspirasi pada sebagian besar pelukis pada masa tersebut. Adapun para pelukis tersebut berasal dari Perancis, Belanda, dan Italia. Hal ini memang menjadi pengaruh yang sangat besar pada karya seni yang dihasilkan. Salah satu kesimpulan dari adanya hal ini adalah kebudayaan Turki berupa karpet memberikan pengaruh cukup besar pada bentuk karya seni lainnya. Bahkan, para pelukis binatang tersebut menamakan sebagai “Rugs with animals”.

Meskipun demikian, pola binatang tersebut akhirnya dilarang untuk digunakan. Alasan yang paling mendasar adalah adanya ajaran Islam yang melarang adanya gambar binatang. Apalagi, mengingat fungsi dari karpet turki tebal digunakan sebagai alas ketika melakukan ibadah. Seperti yang terlihat di masa kini, tidak ada lagi pola karpet turki tebal yang menggunakan gambar binatang.

Namun, pada abad ke-15, terdapat variasi motif binatang dimana mengalami perkembangan. Sebuah kelompok baru muncul dengan menghadirkan kombinasi dari motif binatang dengan pola geometri. Kemudian, kelompok ini menamakan diri dengan julukan “Holbein Rugs”. Kemunculan karya seni ini sempat muncul pada lukisan karya seniman Jerman Hans Holbein. Sayangnya, tidak ada lagi seniman yang melanjutkan karya seni ini hingga sekarang.

Selain Holbein, masih ada banyak seniman lainnya yang cukup terkenal juga memberikan kontribusi pada perkembangan dari karpet. Mereka adalah James Huguet, B. Van Orley, Carpaccio, Rafaellino de Gardo, Lotto, Carlo Crivelli, dan Memling. Seluruh tokoh penting tersebut ikut memberikan kontribusi yang cukup besar. Sehingga, kejayaan karpet turki tebal sendiri bisa bertahan hingga masa kini. Sedangkan seniman di masa kini yang cukup berpengaruh adalah Usak dan Bergama dimana terinspirasi dari Anatolia.

Pada abad ke-16, merupakan awal kejayaan dari periode kedua untuk karpet Anatolia. Sedangkan untuk karpet turki tebal yang dibuat pada masa ini disebut dengan Ottoman klasik. Selain itu, pada masa ini permadani disebut dengan karpet istana karena dari segi desain dan warna akan disesuaikan dengan kebutuhan seniman dari istana. Sedangkan metode yang digunakan sama dengan cara untuk memproduksi keramik pada masa itu.

Desain yang digunakan terdiri dari batang, daun, dan bermacam-macam bunga. Adapun berbagai jenis bunga yang dijadikan sebagai inspirasi dalam pembuatan karpet turki tebal adalah Tulip. Sedangkan gaya natural dipilih untuk menghasilkan mahakarya karpet turki tebal. Hal inilah yang menjadi dasar komposisi dalam membuat sebuah karpet. Bahkan, gaya inilah yang kemudian semakin berkembang pada wilayah lainnya dan bisa terlihat pada harga jual karpet masjid Turki masa kini.

BACA JUGA : JUAL KARPET MASJID LOKAL & TURKI POLOS PER METERAN / ROLL HARGA MURAH DI JAKARTA SELATAN

Pada abad ke-16, ke-17, dan ke-18, terdapat sejumlah wilayah yang menjadi pusat dari pembuatan karpet. Adapun wilayah tersbut diantaranya Canakkale, Mucur, Ladik, Bandirma, Girdes, Kirsehir, Kula, dan Bandirma. Sedangkan untuk pusatnya adalah di wilayah Bergama dan Usak. Untuk karpet yang berasal dari kedua wilayah tersebut disebut dengan “Transylvanian Rugs”. Ternyata, berbagai karpet turki tebal tersebut ditemukan di gereja-gereja yang terletak di daerah Transylvania.

Pada wala abad ke-19 dan ke-20, karpet buatan tangan ditemukan di Hereke yang terletak di dekat Istambul. Karpet inilah yang menjadi salah satu karpet yang mendunia. Karpet turki tebal ini merupakan peninggalan dari raja di masa kerajaan Ottoman. Bahkan, sutra terbaik memang berasal dari wilayah Hereka. Kualitas tersebut telah terkenal hingga kini.

Sementara itu, untuk bisa mengklasifikasikan berbagai macam karpet sajadah panjang turki tebal yang ada bisa berdasar pada wilayah dimana karpet turki tebal tersebut dibuat. Sebagai salah satu contoh adalah karpet Anatolia merupakan daerah pertanian dengan kebudayaan nomadik. Sedangkan di Eropa karpet jenis ini disebut dengan “Anatolian Rugs”. Setelah melihat sejarah, maka tidak heran bila usaha jual karpet masjid turki tebal di Jakarta Pusat ikut mengalami perkembangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat